Thursday, March 29, 2007

Tutorial Neraka

Mau tahu pelajaran neraka semester ini?
Mau tahu guru paling nyebelin semester ini?
Mau tahu gimana "asiknya" belajar jam 8.30 dengan seberondong ultimatum dan komando?

Yak..selamat datang di tutorial Economics saya !!!
Kalo mau "ikutan" ngerasain tutorial yang "asik abis" ini silakan saja dateng setiap hari kamis jam 8.30 di S4 TR 132. Dijamin Anda akan menikmati dua jam penuh bersama Prof. Lin T*** Kw**g (maaf... identitas pemeran telah disamarkan untuk menghindari adanya "fans-fans" yang terlalu eksentrik sehingga berniat untuk mencopot salah satu sepatunya (yang bau asem) dan melemparnya ke udara.)

Mau tahu kenapa Tutorial 12 ini berhak mendapatkan award?
Kita lihat komentar juri:

1. Tukang kritik
Bapak yang satu ini sukanya maen lempar kritik. Bagus sih bagus....tapi kuping lama2 panas juga nih.
Misal nih ye...nyuruh muridnya untuk ngejawab. Baru buka mulut sbentar dah komentar yang suaranya kurang jelas lah, yang (no..no..no...that is not how to answer it you know!), yang (Did you read it last night? --sinis mode on), yang (can you speak louder ah? I can't hear you---padahal dah teriak gw), dan lain2. Jadinya si anak malah negap2 nggak jelas kayak ikan mas koki.

2. Rasis
Si bapaknya agak sensi sama orang non-OS. How come?
Di kelas, yang non-OS cuma penulis ama Krist. Kita berdua sama2 orang Indo dan kalo kita bikin kesalahan sedikit saja (limit x mendekati nol) bakal kena sindiran yang dahsyatnya sama kayak sindiran buat OS (limit x mendekati infinite). Gimana nggak sebel coba.

Pernah penulis nggak masuk tutorial. Masuk2 langsung sindiran datang bertubi2. Yang lazy lah, yang ntar can not keep up lah, yang not a good student lah, muacem muacem rek. Padahal kalo OS yang begitu nggak bakalan dibikin segitu parah (tanya tuh si Eugene sama Nurul, berapa kali mereka absen?? jauh melampaui saya pak! Eugene bahkan belum ambil kuis pertama sampe sekarang!)

3. Kurang care terhadap perkembangan mental anak
Yah walo kita2 dah pada mendekati umur 20 (kecuali penulis mungkin), tapi kan kita masih anak2 juga, apalagi dibanding si bapak. Kalo kita bikin kesalahan sedikit aja "pembenarannya" nggak pake kira2, Ngomongnya kayak kita nggak tau apa2. Itu kan bikin kitanya malah jadi takut njawab dan berpendapat.

Si bapak itu sukanya maen lotere, maksudnya manggil anak2 satu persatu buat njawab. Setiap mau manggil tuh hampir semuanya deg2an, takut ketiban giliran. Setiap nama disebut si anak keliatan shock, takut, grogi, putus asa, dan lain-lain. Gejala-gejala yang akan muncul adalah jantung berdegup lebih cepat (dapat terdengar dalam radius 5 meter), berkeringat, pucat, dan menggigil. (menurut pengamatan penulis selama 11 kali pertemuan, termasuk pengalaman pribadi penulis sendiri >.< )

Oleh karena itulah penulis merasa nyeri pada perut bagian bawah setiap hari rabu malam. Mengapa? kalo tebakan Anda karena pre-menstrual syndrome... Anda salah! Probability untuk itu tidak memenuhi requirement H alternatif (paan sih) Yang jelas, penulis sudah merasakan aura2 devil dimulai sejak 12 jam sebelum tutorial.

Sebenarnya penulis ingin berteriak (kenapa tak pecahkan saja loncengnya? biar gaduh). Namun, apapun yang terjadi, hati ini harus sabar, tak kuasa mulut ini berbicara tentang isi hati. Mau di DO? hanya satu yang dapat penulis lakukan.....Mengingat kalau sebentar lagi exam dan penulis tidak akan perlu bertemu dengannya. Mungkin...untuk selamanya...

5 comments:

Reza d'Bhro said...

Yok di santet wae yok....
Apa perlu yoko geri kekomi yang sudah bersarang di rahang Iko juga ikut bersarang di LTK

Hehehehe....
(Untung anak engineering)

suhu said...

santet ga menyelesaikan masalah, bhro. Coba pisau plastik western food kantin dua.

Gita Arimanda said...

@reza: kapan2 saya mau berguru yoko geri nya...

@ suhu: I love pisau plastik!!!!!!

Iko said...

jangan sembarangan kalo ngomong bro. Ente, ane geri cracker beras-in baru tau rasa...

Adilla said...

Sabar ya Nak...Hehehe...Econs emang salah satu pelajaran yang mesti dienyahkan dari muka bumi :P. Cuma senengnya ndak ada project,hihihi... :D