Apa kabar dunia?
Sudah satu bulan lebih sejak post terakhirku :P
How's life going so far?
Great, Insya Allah.
Though, banyak cerita2 yang belum sempat tersampaikan lewat kata. Mulai dari ribut2 pindah specialization. Lalu lima minggu nggak dapet2 kamar which means harus numpang dan merepotkan kakak2.
Cerita skoting nggak cuman skoting doang. Cerita skoting pun nggak cuman di satu tempat doang. Dari hall 4, main kucing2an sama General Officenya, sempat ketangkap dua kali untung nggak dipenjara untung nggak diban dari hall application. Dan karna masalah ketangkep skoting itu, aku jadi kenal baik dengan Diyana, freshie yang akhirnya tinggal di bekas kamar Maryati. Diyana, seorang Singaporean yang sampai detik diturunkannya tulisan ini belum pernah lihat yang namanya Orchard dan Merlion karna dia dilahirkan di Brunai dan dibesarkan di Malaysia seumur hidupnya.
Muak dikejar2 GO Hall 4 aku pindah skoting ke hall 12 blok 60, tempat Kak Sari dan Kak Fanny. Nggak cuma satu kamar. Selama beberapa hari barang2ku ngendon di kamar Kak Atik dan Kak icha. Malam aku tidur di Kak SariFanny, siang aku hidup di kamar Kak AtikIcha. Setelah satu mingguan, aku resmi pindah seluruhnya ke kamar Kak SariFanny.
Rasanya skoting di situ? Seneng banget, tapi nelangsa juga. Seneng karna kakak2 ini baik banget,apalagi waku kaki sempet keseleo karna latihan tari closing IAF (karna keseleo itu aku g jadi ikutan tari closing, dan memang ada hikmahnya. Ternyata pas hari H penarinya cuman pake tank top T_T). Setiap hari kakak2 masakin aku, "Gita mau makan apa hari ini?" atau pas Kak Fanny mau keluar ,"Kakak mau ke Orchard, Gita mau dibeliin Ayam Penyet? Orang sakit itu harus dimanja..." Sumpah rasanya kayak surga. Sejak saat itupun, hubungan aku dan kakak2 semakin dekat. Aku punya keluarga baru yang sangat menyayangi aku.
Cuman nelangsa juga. Pas kaki bengkak menggelembung, nggak ada satupun sepatuku yang muat, sandal jepit juga g muat. Akhirnya pake sepatu sandal Kak Fanny yang bisa diadjust ukurannya, bahkan untuk kaki kananku yang udah sebesar gajah. Thank you kakak...
Numpang means that aku g punya tempat penyimpanan. Padahal koperku udah g cukup lagi menampung semua, secara aku ngambil beberapa barang tambahan yg aku titipin di bang bhro. Akhirnya aku tempatin mereka di dalam kardus kertas A4 yang aku ambil dari library, lalu aku masukin kolong tempat tidur. Mereka "laci" sementaraku. Kardus itu juga bisa dialihfungsikan jadi meja belajar, atau meja tempat makan.
I shall not be ungrateful for this. I have been so lucky for having them taking care of me in their room, allowing me to sleep and rest my body there. I thank them so much. Though, aku jadi ingat Harry Potter yang tinggal di bawah tangga. Apalagi ketika hampir semua teman yang dulunya seperjuangan satu persatu dapat kamar, say goodbye to "skoting" dan memulai semester baru mereka dengan tempat tidur, lemari, dan meja mereka yang baru. Dengan alamat baru. Hidup baru. Sementara inbox NTU mailku tidak menunjukkan tanda apapun. Sampai2 aku lupa berharap agar ada email dari general office hall yang nyasar masuk inboxku.
Segala cara sudah ditempuh. Mulai dari email pertama ke SAO. Email kedua ke SAO. Datang ke SAO dan berusaha nangis2 agar cepet di-allocated. Semua ditolak dengan alasan yang sama.
I understand the despair of those who have not been allocated a room. But we do not have authority for this, Miss. The allocation is only based on random selection.
Pengen rasanya teriak, "Understand..understand gundulmu. They do not understand at all."
Tapi untung aku sadar itu tidak membantu sama sekali.
Yet, deep inside I still believe, He will not let me suffer. Minggu kelima, keenam, ketujuh, bahkan tepat sebelum exam pun, insya Allah aku pasti dapat kamar.
Dan benarlah.
Awal minggu kelima(atau akhir minggu ya?) ada email yang datangnya tak disangka2.
Sender : Hall 15 general office
Dear Applicants,
We are pleased to offer you admission into Hall od Residence 15 for the academic year of 2007/2008 blah blah
Pesan moral :
Jangan pernah putus asa. Allah pasti menolong kita jika kita sabar dan tabah menghadapi cobaannya.
Selain itu, di setiap musibah pasti ada hikmah. Contohnya? Sudah dicetak tebal :)
Tribute to (in order of appearance? :P) :
Kak Feny, atas tumpangan kamarnya selama satu minggu.
Maryati, teman berbagi suka duka selama dikejar2 Hall 4 Office.
Kak Fanny, Kak Sari, Kak Atik, Kak Icha...Lotsa lotsa lotsa thanks to you for everything. Semoga Allah membalas budi kalian dengan berkah yang berlimpah. Amiin.
Nolang dan Budi, yang sudah bantuin pindahan dari hall 4 ke hall 12, hall 12 ke hall 15, yang sering aku repotin selama aku skoting, yang nganterin ke MC waktu kakiku keseleo, yang selalu mensupport aku selama masa2 full of despair. Thank you...
Bang Bhro, Indra, dan Dedek Danil, yang udah bantuin pindahan dari hall 8 ke hall 15. Makasih banget...
Bang Wuri, Yosafat, Yuli, Bang Aninto, atas pinjaman baju, jaket, topi, sepatu, dan sabuk (huhuhu nggak modal bangeT_T) untuk GL performance. Thank you...
Adela, atas saran2nya yang sangat berguna untuk dapat hall. Thank you gurl! You are really street smart!!
Piringers, atas supportnya selama kakiku tidak bisa di-utilized untuk menari. You guys keep me moving on. We made it thru IAF!!!
Semua pihak yang sudah sangat berjasa yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Thank you very much...You gave me strength to go thru all these....



